Pentingnya Standar Peralatan Dapur untuk Cegah Keracunan Pangan

Pentingnya Standar Peralatan Dapur untuk Cegah Keracunan Pangan

pocconference — Praktik pemilihan bahan baku dan peralatan yang tidak tepat demi meraup keuntungan lebih besar dinilai sebagai salah satu pemicu utama kasus keracunan makanan. Modus seperti memilih produk dengan kualitas rendah untuk memperbesar margin keuntungan merupakan tindakan yang sangat berisiko. “Mereka akan memilihkan produk yang kurang bagus supaya bisa ambil untung banyak. Inilah yang kemudian memicu keracunan, mulai dari pemilihan bahan baku yang tidak benar,” tegas seorang ahli.

Peran Krusial Pengawas Gizi dan Chef

Pengetahuan yang memadai dari Pengawas Gizi dan Jurutama Masak (Chef) menjadi kunci pencegahan. Mereka harus menguasai cara penanganan bahan makanan dan memahami petunjuk teknis penggunaan alat secara menyeluruh. Hal ini penting untuk mencegah insiden keracunan yang bersumber dari ketidaktahuan dalam menangani bahan dan mengoperasikan peralatan.

Pengecekan kualitas bahan saat datang adalah kewajiban. Sebagai contoh, pada bahan seperti ayam, ahli gizi harus mampu menilai apakah ayam harus segera diolah atau disimpan dalam chiller dengan suhu yang tepat, yaitu di bawah 5 derajat Celsius.

Akibat Penyimpanan yang Salah

“Ada sebuah kasus di Magelang, ayam disimpan di chiller dengan suhu 19 derajat. Itu sama saja dengan mengungkep ayam mentah. Suhu yang tidak tepat itu mengundang bakteri salmonella dan berujung pada keracunan yang menimpa sekitar 200 orang,” jelasnya, menggambarkan betapa fatalnya kesalahan prosedur sederhana.

Fakta Memprihatinkan di Balik Peralatan Bekas

Situasi lebih memprihatinkan terungkap dalam insiden keamanan pangan di salah satu institusi di Boyolali belum lama ini. Mitra penyedia justru hanya menyediakan chiller dan kulkas bekas dalam kondisi bermasalah.

Oleh karena itu, disampaikan pesan kepada para Chef yang paling memahami kondisi alat untuk segera melaporkan ketidaklayakan kepada pimpinan. Pimpinan institusi kemudian harus meminta penggantian alat kepada Mitra penyedia, karena merekalah yang bertanggung jawab menyediakan peralatan dapur baru dan berkualitas. Mitra yang menolak memperbarui peralatan akan dikenai sanksi suspensi hingga kewajiban tersebut dipenuhi.

“Kalau alat-alat rusak, Chef saya minta untuk melaporkan bahwa alat itu tidak layak pakai. Jangan dipaksakan. Minta penggantian! Karena kita menyewa. Jika ada alat rusak, mitra yang harus mengganti. Peralatan harus yang bagus sesuai standar teknis. Jangan seperti di Boyolali, chillernya bekas, kulkasnya bekas, semuanya bekas. Ini tidak bisa diterima. Mereka menerima pembayaran yang tidak sedikit tetapi menempatkan barang bekas,” paparnya tegas.

Back To Top