Mantan Menteri Juwono Sudarsono Wafat, Dimakamkan dengan Penghormatan Militer
Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Juwono Sudarsono, mantan menteri yang pernah memegang beberapa portofolio strategis, meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret, pukul 13.45 WIB di Jakarta. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan dengan prosesi penghormatan terakhir militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Upacara Penuh Khidmat Dihadiri Tokoh Nasional
Upacara pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta sejumlah pejabat tinggi dan tokoh nasional. Kehadiran Presiden Republik Indonesia Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menandakan betapa tinggi penghormatan terhadap almarhum. Turut hadir dalam prosesi tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Diaz Hendropriyono.
Rekam Jejak Panjang Pengabdian untuk Negeri
Semasa hidupnya, Juwono Sudarsono dikenal sebagai sosok intelektual dan negarawan yang mengabdikan diri untuk bangsa. Karirnya di pemerintahan mencakup berbagai jabatan menteri yang krusial dalam lintasan sejarah politik Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VII di era Presiden Soeharto (1998).
Selanjutnya, pada masa transisi reformasi, almarhum dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Reformasi Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie (Mei 1998–Oktober 1999). Pengalaman diplomasinya juga diakui ketika ia ditugaskan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya pada era Presiden Megawati Soekarnoputri (Juni 2003–Oktober 2004).
Namun, namanya paling sering dikaitkan dengan dunia pertahanan. Juwono Sudarsono dua kali memegang tampuk pimpinan Kementerian Pertahanan. Pertama, pada Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Oktober 1999–Agustus 2000). Kedua, pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Oktober 2004–Oktober 2009), di mana ia menjadi menteri pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil dalam sejarah Indonesia modern.
Kepergian Juwono Sudarsono menutup satu bab penting dari sejarah kepemimpinan nasional Indonesia. Pemakaman militernya di TMP Kalibata menjadi bentuk penghargaan tertinggi negara atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah ia sumbangkan sepanjang hayatnya.
