pocconference — Wakil Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon, melakukan kunjungan kerja ke tiga kabupaten di Sumatera Utara pada Rabu, 28 Januari 2026. Tujuan utama kunjungan ini adalah meninjau langsung penanganan dampak banjir serta progres pemulihan infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Humbang Hasundutan.
Koordinasi dan Dorongan Percepatan Pembangunan
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Richard Tampubolon yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum TNI, secara khusus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara). Ia meminta pemerintah daerah beserta jajaran terkait untuk menyusun strategi yang aktif dan konkret guna mengatasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Dorongan ini disampaikan setelah menggelar diskusi langsung dengan para bupati, pejabat daerah, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam forum tersebut, masing-masing kepala daerah memaparkan perkembangan terbaru kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi. Setiap permasalahan yang tercatat kemudian ditindaklanjuti dengan arahan dan solusi praktis, termasuk penunjukan instansi pusat yang perlu dilibatkan dalam koordinasi lebih lanjut.
Progress Pembangunan Huntara di Tapanuli Selatan
Pembangunan huntara menjadi fokus utama pemulihan. Di Kabupaten Tapanuli Selatan saja, perencanaan mencakup 816 unit huntara yang terbagi dalam dua skema, yaitu huntara terpusat dan huntara mandiri.
Huntara Terpusat
Sebanyak 683 unit huntara terpusat tersebar di beberapa lokasi, seperti Desa Simarpinggan (Kecamatan Angkola Selatan), Desa Aek Latong (Kecamatan Sipirok), Desa Simatohir (Kecamatan Angkola Sangkunur), dan Desa Napa (Kecamatan Batang Toru). Progress pembangunannya bervariasi:
Di Desa Simarpinggan, 186 unit telah selesai dibangun dengan pendanaan dari Danantara. Sementara di Desa Aek Latong, dari target 118 unit, sebanyak 88 unit telah rampung berkat dukungan dana BNPB. Di Desa Simatohir, 78 unit dari rencana 134 unit telah terselesaikan. Adapun pembangunan di Desa Napa yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan 245 unit, dengan 145 unit diharapkan selesai pada Februari 2026.
Huntara Mandiri
Untuk huntara mandiri di Tapanuli Selatan, BNPB mendanai pembangunan 133 unit yang tersebar di Kecamatan Saur Matinggi, Angkola Barat, Angkola Sangkunur, dan Muaratais. Hingga saat ini, 64 unit di antaranya telah dinyatakan rampung.
Aspirasi Masyarakat dan Tindak Lanjut
Dalam dialog dengan Wakil Ketua Satgas, masyarakat menyampaikan aspirasi mereka terkait kelayakan hunian sementara. Beberapa kebutuhan yang diangkat antara lain pembangunan tempat ibadah dan taman bermain di setiap lokasi huntara, serta penambahan sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi para penghuni.
Menanggapi aspirasi tersebut, Richard Tampubolon memberikan arahan mengenai instansi dan pejabat pusat yang dapat dikoordinasikan untuk menindaklanjuti pemenuhan kebutuhan-kebutuhan penunjang tersebut, guna meningkatkan kenyamanan dan keberlanjutan hidup warga di huntara.
