CVTOGEL — Pemulihan akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih menghadapi kendala. Pembersihan material banjir bandang yang menimbun badan jalan terpaksa dilakukan berulang kali akibat longsoran material yang terus terjadi.
Alat Berat Dikerahkan untuk Normalisasi Akses
Sebanyak empat unit alat berat, terdiri dari dua ekskavator dan dua loader, dikerahkan untuk membersihkan material di Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau. Pekerjaan fokus pada dua titik: membersihkan material yang menimbun Sungai Muaro Pisang dan mengangkat material yang menutupi badan jalan provinsi.
Longsor Berulang Hambat Pekerjaan
Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, menjelaskan bahwa tantangan utama adalah material tanah berbatu yang terus turun meski dalam kondisi tidak hujan. Hal ini disebabkan oleh tersumbatnya aliran sungai. “Alat berat setiap hari bekerja membersihkan material. Namun material tanah longsor kembali turun setiap saat, akibat sungai tersumbat,” ujarnya.
Akibat longsoran pada Rabu malam, 31 Desember 2025, Sungai Muaro Pisang tersumbat dan mencari aliran baru ke arah Simpang Pasar Maninjau. Aliran baru ini membawa material lumpur dan batuan yang akhirnya menimbun jalan provinsi sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian mencapai satu meter, memutus total akses transportasi.
Jumlah Pengungsi Meningkat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat peningkatan jumlah warga yang mengungsi. Dari sebelumnya 314 orang, jumlah pengungsi dampak banjir bandang di Muaro Pisang Pasar Maninjau kini bertambah menjadi 428 orang atau setara dengan 160 kepala keluarga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyatakan bahwa para pengungsi saat ini menempati musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintahan. Mereka terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak berat dan berada di zona merah sepanjang Sungai Muaro Pisang.
Kerusakan Infrastruktur yang Ditimbulkan
Bencana ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Terdapat empat unit rumah, tiga unit warung, dan dua unit penginapan yang mengalami kerusakan berat. Sementara itu, upaya pembersihan jalan yang terputus telah dimulai sejak Jumat pagi, 2 Januari 2026.
Abdul menambahkan bahwa berdasarkan pantauan dari Kelok 9 menuju Kelok 25, saat ini tidak terdapat material longsor baru yang menutupi aliran Sungai Muaro Pisang. Hal ini diharapkan dapat memperlancar proses normalisasi aliran sungai dan pembersihan jalan.
