pocconference — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kemajuan signifikan dalam penanganan dampak bencana di wilayah Sumatera. Mayoritas daerah yang terdampak kini telah memasuki fase transisi menuju pemulihan pascabencana.
Dari total 52 kabupaten dan kota yang terdampak di tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, hanya dua wilayah yang masih mempertahankan status tanggap darurat. Kedua daerah tersebut berada di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Transisi Menuju Pemulihan
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa wilayah lainnya di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi. Fase ini merupakan jembatan menuju rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang.
“Kondisi ini menunjukkan arah penanganan bencana yang semakin membaik di tingkat kabupaten dan provinsi,” ujar Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa meski secara makro situasi telah membaik, perhatian khusus masih diperlukan untuk menyelesaikan persoalan di tingkat desa dan kecamatan.
Tantangan di Tingkat Lokal
Suharyanto mengakui bahwa meski status di tingkat kabupaten telah diturunkan, berbagai tantangan di lapangan masih perlu penanganan berkelanjutan. Proses pemulihan infrastruktur, ekonomi, dan sosial masyarakat di tingkat komunitas terdampak tetap menjadi prioritas.
“Artinya, meskipun masih banyak permasalahan di desa dan kecamatan, secara keseluruhan kondisi telah mengarah ke perbaikan,” pungkasnya. Laporan ini memberikan gambaran optimis sekaligus mengingatkan bahwa kerja pemulihan pascabencana adalah sebuah proses bertahap yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan.
