pocconference — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di Ibu Kota tetap stabil dan aman. Hal ini disampaikan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi saat menyambut hari-hari besar keagamaan, seperti Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadan.
Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa persiapan pengamanan stok pangan telah dilakukan sejak dini. Langkah ini mencakup koordinasi intensif dengan berbagai daerah penghasil dan pemasok pangan utama untuk Jakarta.
Antisipasi Lonjakan Permintaan Saat Hari Besar
Pihak berwenang mengakui bahwa permintaan terhadap komoditas tertentu, terutama daging, selalu mengalami peningkatan signifikan selama periode perayaan. Untuk itu, strategi jaminan pasokan telah disusun agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.
“Kami berharap dalam menyambut Imlek, puasa, dan Lebaran nanti, persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi masalah, termasuk ketersediaan daging. Berbagai persiapan telah kami lakukan untuk itu,” jelas Gubernur.
Respons Terhadap Lonjakan Harga Daging Sapi
Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya laporan kenaikan harga daging sapi di tingkat eceran di wilayah Jakarta. Harga komoditas tersebut sempat menyentuh angka Rp150.000 per kilogram.
Penyebab Kenaikan Harga
Menurut analisis dinas terkait, lonjakan harga di tingkat konsumen ini dipicu oleh fluktuasi harga yang signifikan di level pedagang pasar. Situasi ini merupakan dampak berantai dari kenaikan harga di tingkat hulu, yaitu harga sapi hidup dari produsen, yang dinilai melampaui batas kesepakatan yang telah ditetapkan.
“Saat ini memang terjadi kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7 hingga 15 persen. Pemicu utamanya adalah tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen,” papar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta.
Dengan komunikasi yang terjalin dengan daerah pemasok dan persiapan yang matang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengupayakan harga yang terjangkau bagi masyarakat, meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan siklus permintaan tinggi.
