Di tengah suasana hari pertama Lebaran 1447 Hijriah, Sabtu (21 Maret 2026), petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur tetap siaga penuh. Mereka melakukan operasi evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah, dengan fokus utama pada keselamatan kelompok rentan.
Operasi Penyelamatan di Tengah Genangan Tinggi
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menyatakan bahwa operasi evakuasi berjalan lancar meski harus menghadapi genangan air yang cukup tinggi. Operasi penyelamatan dilakukan di beberapa titik rawan seperti kawasan Cibubur, Ciracas, dan Pasar Rebo.
Evakuasi Puluhan Jiwa di Cibubur
Di wilayah Cibubur, tepatnya di Jalan H. Mardah, petugas menerima laporan pada pukul 17.15 WIB mengenai permukiman yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,7 meter. Tim segera bergerak dengan mengerahkan dua unit rescue, satu unit pompa, dan didukung sepuluh personel.
“Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit,” tegas Muchtar. Dalam operasi yang berlangsung dari pukul 17.32 hingga 20.30 WIB tersebut, sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dengan selamat, termasuk enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga sakit.
Penyelamatan di Lokasi Lain
Tak jauh dari lokasi pertama, di Jalan H. Syarif, petugas kembali mengevakuasi enam warga setelah ketinggian air melampaui satu meter. Evakuasi yang dimulai pukul 18.31 WIB ini berhasil menyelamatkan seluruh warga dan selesai dalam waktu lebih dari satu jam.
Sementara di wilayah Pekayon, Pasar Rebo, banjir setinggi 110 sentimeter merendam permukiman dan mengancam sekitar 500 jiwa. Petugas memprioritaskan evakuasi dua warga, yaitu Iskandar (65) dan Ike Niswati (32), yang berada dalam kondisi sakit. Dengan dikerahkan tujuh personel dan dua unit armada, keduanya berhasil dipindahkan ke lokasi aman.
Tiga Lansia Diselamatkan dari Genangan 150 cm
Di Kalisari, Pasar Rebo, situasi lebih mengkhawatirkan. Tiga warga lanjut usia terjebak di rumah mereka akibat banjir yang mencapai ketinggian 150 sentimeter. Ketiganya adalah Ipong Hanipah (70), Muniran (74), dan Suminah (73).
“Petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya warga yang membutuhkan bantuan,” jelas Muchtar. Dengan dua unit Quick Response dan lima personel, evakuasi berhasil dilaksanakan dari pukul 18.26 hingga 19.30 WIB. Selain mengevakuasi, petugas juga memberikan bantuan kepada ratusan warga lain di dua rukun tetangga yang terdampak.
Imbauan Kesiapsiagaan dan Respon Cepat
Muchtar menegaskan bahwa meski air mulai surut di beberapa titik, kewaspadaan tetap harus dijaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Peristiwa ini menurutnya menegaskan pentingnya respon cepat dalam penanganan bencana, khususnya untuk melindungi kelompok rentan.
“Seluruh personel kami siagakan untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat dan cepat. Pemantauan kondisi lapangan secara terus-menerus juga dilakukan bersama petugas gabungan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
