<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>longsor Archives -</title>
	<atom:link href="https://www.pocconference.com/tag/longsor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pocconference.com/tag/longsor/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Jan 2026 23:53:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.pocconference.com/wp-content/uploads/2023/12/cropped-cooltext449546090882758-1-32x32.png</url>
	<title>longsor Archives -</title>
	<link>https://www.pocconference.com/tag/longsor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembersihan Jalan Terhambat Longsor di Agam, Akses Lubuk Basung-Bukittinggi Terganggu</title>
		<link>https://www.pocconference.com/pembersihan-jalan-terhambat-longsor-di-agam-akses-lubuk-basung-bukittinggi-terganggu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 17:56:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[regional]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[jalan putus]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pocconference.com/pembersihan-jalan-terhambat-longsor-di-agam-akses-lubuk-basung-bukittinggi-terganggu/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Empat unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang yang menutup jalan provinsi di Agam, Sumbar, setelah longsor berulang....</p>
<p>The post <a href="https://www.pocconference.com/pembersihan-jalan-terhambat-longsor-di-agam-akses-lubuk-basung-bukittinggi-terganggu/">Pembersihan Jalan Terhambat Longsor di Agam, Akses Lubuk Basung-Bukittinggi Terganggu</a> appeared first on <a href="https://www.pocconference.com"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.incredibleshouses.com/news/452.html" target="_blank" rel="noopener">CVTOGEL</a> — Pemulihan akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih menghadapi kendala. Pembersihan material banjir bandang yang menimbun badan jalan terpaksa dilakukan berulang kali akibat longsoran material yang terus terjadi.</p>
<h2>Alat Berat Dikerahkan untuk Normalisasi Akses</h2>
<p>Sebanyak empat unit alat berat, terdiri dari dua ekskavator dan dua loader, dikerahkan untuk membersihkan material di Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau. Pekerjaan fokus pada dua titik: membersihkan material yang menimbun Sungai Muaro Pisang dan mengangkat material yang menutupi badan jalan provinsi.</p>
<h3>Longsor Berulang Hambat Pekerjaan</h3>
<p>Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, menjelaskan bahwa tantangan utama adalah material tanah berbatu yang terus turun meski dalam kondisi tidak hujan. Hal ini disebabkan oleh tersumbatnya aliran sungai. &#8220;Alat berat setiap hari bekerja membersihkan material. Namun material tanah longsor kembali turun setiap saat, akibat sungai tersumbat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Akibat longsoran pada Rabu malam, 31 Desember 2025, Sungai Muaro Pisang tersumbat dan mencari aliran baru ke arah Simpang Pasar Maninjau. Aliran baru ini membawa material lumpur dan batuan yang akhirnya menimbun jalan provinsi sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian mencapai satu meter, memutus total akses transportasi.</p>
<h2>Jumlah Pengungsi Meningkat</h2>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat peningkatan jumlah warga yang mengungsi. Dari sebelumnya 314 orang, jumlah pengungsi dampak banjir bandang di Muaro Pisang Pasar Maninjau kini bertambah menjadi 428 orang atau setara dengan 160 kepala keluarga.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyatakan bahwa para pengungsi saat ini menempati musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintahan. Mereka terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak berat dan berada di zona merah sepanjang Sungai Muaro Pisang.</p>
<h3>Kerusakan Infrastruktur yang Ditimbulkan</h3>
<p>Bencana ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Terdapat empat unit rumah, tiga unit warung, dan dua unit penginapan yang mengalami kerusakan berat. Sementara itu, upaya pembersihan jalan yang terputus telah dimulai sejak Jumat pagi, 2 Januari 2026.</p>
<p>Abdul menambahkan bahwa berdasarkan pantauan dari Kelok 9 menuju Kelok 25, saat ini tidak terdapat material longsor baru yang menutupi aliran Sungai Muaro Pisang. Hal ini diharapkan dapat memperlancar proses normalisasi aliran sungai dan pembersihan jalan.</p>
<p>The post <a href="https://www.pocconference.com/pembersihan-jalan-terhambat-longsor-di-agam-akses-lubuk-basung-bukittinggi-terganggu/">Pembersihan Jalan Terhambat Longsor di Agam, Akses Lubuk Basung-Bukittinggi Terganggu</a> appeared first on <a href="https://www.pocconference.com"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejagung Rinci Perusahaan Diduga Penyebab Banjir &#038; Longsor di Sumatra</title>
		<link>https://www.pocconference.com/kejagung-rinci-perusahaan-diduga-penyebab-banjir-longsor-di-sumatra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 05:39:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[daerah aliran sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pocconference.com/kejagung-rinci-perusahaan-diduga-penyebab-banjir-longsor-di-sumatra/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kejaksaan Agung mengungkap daftar perusahaan yang diduga merusak DAS dan menyebabkan bencana banjir bandang serta longsor di beberapa wilayah Sumatra....</p>
<p>The post <a href="https://www.pocconference.com/kejagung-rinci-perusahaan-diduga-penyebab-banjir-longsor-di-sumatra/">Kejagung Rinci Perusahaan Diduga Penyebab Banjir &#038; Longsor di Sumatra</a> appeared first on <a href="https://www.pocconference.com"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://stockmcqs.com/proverbs/" target="_blank">EPICTOTO</a> &mdash; Kejaksaan Agung (Kejagung) secara resmi merinci daftar perusahaan yang diduga terlibat dan menjadi penyebab bencana banjir bandang serta tanah longsor di Pulau Sumatra. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di tiga provinsi, yaitu Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara.</p>
<h2>Dugaan Kerusakan di Sumatra Barat</h2>
<p>Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa terdapat 11 korporasi yang diduga menyebabkan kerusakan pada daerah aliran sungai (DAS) dan memicu banjir di wilayah Sumatra Barat. DAS yang terdampak meliputi Air Dingin, Kuranji, Anai di Kota Padang, serta Padang Panjang.</p>
<p>Kesebelas perusahaan tersebut adalah PT SBI, PT DDP, PT PJA, PT SSE, PT LAK, PT BEN, PT SM, MMP, JAM, PT AMP, dan PT IS.</p>
<h2>Wilayah Aceh dan Sumatra Utara yang Terdampak</h2>
<h3>Kasus di Aceh</h3>
<p>Untuk wilayah Aceh, aktivitas di DAS Simpang Kanan, Simpang Kiri, dan Tamiang Jaya yang meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, hingga Langsa diduga melibatkan PT RWP dan PT LMR. Sementara itu, pengelolaan DAS Jambu Aye di Aceh Utara diduga menjadi tanggung jawab PT RTS.</p>
<p>Selanjutnya, PT DP diduga bertanggung jawab atas kerusakan di DAS Krueng Sawang dan Pasee yang wilayahnya mencakup Aceh Utara, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Bireun, hingga Bener Meriah. Adapun DAS Hulu Pidie di kawasan Pidie diduga dikelola oleh PT WAM dan PT ANI.</p>
<h3>Kasus di Sumatra Utara</h3>
<p>Di Sumatra Utara, perusahaan diduga menjadi penyebab banjir di DAS Wampu, Besitang, dan Batang Serangan di Kabupaten Langkat. Dugaan penyebabnya adalah aktivitas pembukaan jalan Langkat-Kaban Jahe dan pembukaan lahan untuk wilayah Pamah Semelir.</p>
<p>Anang juga mengungkap terkait bencana tanah longsor di Kecamatan Adian Koting dan Desa Tukka, Tapanuli Utara, serta Sibolga. Untuk kasus ini, diduga melibatkan tiga orang pelaku penebangan individu.</p>
<p>Selain itu, kerusakan di DAS Batang Toru dan Gaboga yang melintasi Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara diduga melibatkan sejumlah korporasi, yaitu PT TPL, CV TAS, PT NSHE, PT WIS, PT AR, dan PT TBS.</p>
<h2>Dampak Kerusakan yang Parah</h2>
<p>Rekaman udara dari drone memperlihatkan besarnya kerusakan akibat banjir bandang, khususnya di daerah Batang Toru, Sumatra Utara. Bencana tersebut menyebabkan rumah-rumah rusak, jalan serta jembatan putus, dan menyulitkan tim penyelamat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi. Pemerintah kini tengah mendalami penyelidikan terkait kuatnya dugaan penebangan liar di balik rangkaian bencana alam ini.</p>
<p>The post <a href="https://www.pocconference.com/kejagung-rinci-perusahaan-diduga-penyebab-banjir-longsor-di-sumatra/">Kejagung Rinci Perusahaan Diduga Penyebab Banjir &#038; Longsor di Sumatra</a> appeared first on <a href="https://www.pocconference.com"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
